People Innovation Excellence

Paris Jual Wisata Budaya

Siapa yang belum pernah mendengar Paris? Dengan segudang atraksi wisatanya, ibukota Perancis ini menjadi salah satu kota wisata paling banyak dikunjungi di dunia selama ini.

Bayangkan saja, Menara Eiffel, atraksi wisata nomor satu di Paris, telah menarik lebih dari 200 juta pengunjung sejak didirikan tahun 1889. Menara besi setinggi 324 m ini tidak saja menjadi simbol Paris, namun juga icon pariwisata dunia.

Dengan ketenarannya tersebut, nama Paris pun bahkan digunakan Pemerintah Hindia Belanda untuk Bandung selama Jaman Keemasannya tahun 1920-an dulu, yaitu Parijs van Java (walau tentu saja julukan ini sudah tidak berlaku lagi dewasa ini).

Menara Eiffel hanyalah satu dari ratusan atraksi wisata di kota yang dijuluki Kota Cahaya ini. Terdapat lebih dari 1.800 monumen lainnya, serta 170 museum, 145 teater, dan 380 sinema. Dengan besarnya jumlah aset tersebut, tidaklah salah bila Paris memposisikan dirinya sebagai kota wisata budaya dan sejarah.

Kriteria Wisata Budaya
Kriteria apakah yang membuat sebuah kota masuk dalam jenis kota wisata sosial budaya? Menurut Gearing, Stuart, dan Var dalam Planning for Tourism Development – A Quantitative Approach, kriteria-kriteria berikut menjadi faktor pertimbangan dalam kota wisata sosial budaya : adat istiadat, seni bangunan, serta pentas, pagelaran dan festival.

Aspek-aspek yang masuk dalam adat istiadat mencakup pakaian, makanan, tata cara hidup warga lokal, pesta rakyat, kerajinan tangan, serta produk-produk lokal lainnya.

Untuk seni bangunan, jenis-jenis arsitektur setempat, seperti candi, pura, masjid, gereja, monumen, bangunan adat, dan sebagainya, masuk dalam kriteria ini.

Sedangkan untuk pentas, pagelaran, dan festival mencakup musik khas lokal, seni tari, pekan olahraga, kompetisi, pertandingan, dan sebagainya.

Selain aspek budaya, Paris juga terkenal sebagai kota wisata sejarah, belanja, dan hiburan, membuat citranya sebagai kota tujuan wisata dunia semakin lengkap.

Atraksi Wisata Terkenal di Paris
Dari sekian banyak atraksi wisata di Paris, sejumlah objek bernilai budaya dan sejarah berikut ini tergolong yang paling terkenal dan menjadi kunjungan wajib bagi siapapun yang berkunjung ke sana.

Dimulai dengan Menara Eiffel – kunjungan ke Paris tidak akan pernah sah tanpa mengunjungi menara yang satu ini. Dari ketiga tingkatnya, dapat disaksikan panorama Paris hingga 40 mil ke semua arah. Menara yang didirikan untuk menandai sebuah ekspo di akhir abad 19 lalu, dan kini berfungsi sebagai pemancar stasiun televisi ini, pada awalnya dikecam oleh warga Paris yang merasa menara kaku ini hanya merusak citra Kota Paris yang indah dan elegan. Namun, siapa yang menyangka bila menara ini kemudian mempu menyedot jutaan wisatawan dunia?

Champs-Élysées dikenal sebagai salah satu jalan tercantik di dunia – terbentang antara monumen pahlawan Arc de Triomphe dan monumen lainnya, Place de la Concorde. Di sepanjang jalan ini berjajar bangunan-bangunan indah yang berfungsi sebagai tempat bisnis, toko barang-barang luks, serta pusat kehidupan malam. Di salah satu ujungnya, jalan ini bertemu dengan sebuah taman besar yang dikelilingi oleh teater, museum, dan restoran bercitarasa tinggi.

Berikutnya ada Museum Louvre, salah satu museum seni kelas dunia, di mana di dalamnya dapat disaksikan 300.000 karya seni, termasuk lukisan wanita tercantik di dunia, Mona Lisa. Bangunannya sendiri sangat megah dan antik. Selama delapan abad, the Louvre merupakan istana monarki Perancis.

Museum Louvre

   Gambar 1 Museum Louvre (foto: TAP)

Kawasan Montmartre ibarat balkon Kota Paris. Terletak di atas sebuah bukit di utara kota, dari sini juga dapat dilihat panorama Paris bernuansa putih. Atraksi di sini mencakup gereja Sacré-Coeur dengan kubah putihnya yang terkenal itu. Jangan lupa juga untuk mengeksplor jalan-jalan sempit dengan jajaran bangunan tua di sekitarnya, di mana bertebaran bar-bar minuman anggur, museum-museum berskala kecil, serta para pelukis di pinggir jalan.

Latin Quarter merupakan lingkungan di mana terdapat beberapa universitas, termasuk yang pertama yaitu Universitas Sorbonne, serta banyak mahasiswa tinggal. Di sini juga bertebaran toko-toko buku, butik fesyen, serta restoran khas.

Yang tidak boleh dilewatkan juga adalah gereja Notre-Dame, yang dibuat terkenal lewat cerita Si Bongkok Dari Notre Dame karangan Victor Hugo. Uniknya, gereja yang dibangun pada abad ke-13 ini terletak di sebuah pulau kecil, Ìle-de-la-Cité, di tengah Sungai Seine yang berkelok-kelok di tengah kota. Di gereja inilah Napoleon dinobatkan pada tahun 1804. Selain itu, arsitektur Gotik serta pahatannya yang kaya menjadi daya tarik lainnya.

Notre Dame

Gambar 2 Katedral Notre-Dame (foto: TAP)

Bagi penggemar sejarah, silakan menyusuri tepian Sungai Seine. Melalui kedua sisi sungai ini, evolusi perkembangan Paris dan sejarahnya dapat dipelajari melalui bangunan-bangunan heritage-nya. Bahkan kawasan ini masuk dalam daftar World Heritage List UNESCO yang wajib dipertahankan dan dirawat.

Strategi Promosi
Walau Paris dihadapkan masalah khas metropolitan dunia saat ini, yaitu kemacetan, namun kekuatan daya tarik dan promosi kota berpenduduk 2,2 juta jiwa ini seakan tidak menyurutkan keinginan wisatawan mancanegara untuk berkunjung.

Berkat upaya promosi pemerintah kota melalui Paris Convention and Visitors Bureau (PCVB), Paris seakan tidak pernah berhenti mengusik rasa penasaran siapa pun yang pernah melihat image kota ini, yang sering diwakili oleh Menara Eiffel.

Dengan kreatifitasnya, PCVB mengemas aset-aset wisata sejarah dan budaya Paris menjadi produk yang bernilai jual tinggi. Tentunya tidak berlebihan bila akhirnya buku-buku panduan wisata internasional menobatkan Paris sebagai salah satu kota budaya di Eropa yang menjadi target siapapun yang berkunjung di dunia belahan barat ini.

Kuatnya citra produk wisata Paris sebagai kota budaya didukung oleh kegiatan promosi yang terpadu dan intensif. Sebagai upaya promosi, PCVB mengaplikasikan kegiatan-kegiatan promosi, mulai dari yang klasik seperti advertising dan public relations hingga yang kontemporer seperti website.

(Calon) wisatawan di seluruh dunia kini dapat mengakses website pariwisata Paris (www.parisinfo.com) untuk mendapatkan informasi lengkap dan terkini tentang sektor kepariwisataan di kota ini, mulai dari objek-objek wisata, akomodasi, transportasi, fasilitas wisata penunjang lainnya seperti restoran, peta kota, hingga event-event tahunan.

Selain itu, pemerintah juga membuka kantor-kantor informasi pariwisata di luar negeri, terutama negara-negara yang menjadi sumber wisatawan utama, seperti di Amerika Serikat. Tersedia juga akses informasi 24 jam melalui telepon.

Di Paris sendiri tersebar 9 welcome center sebagai pusat pelayanan informasi bagi wisatawan yang datang ke kota ini – umumnya berlokasi di objek-objek wisata dan stasiun kereta api. Di sini, wistawan akan disambut dan dilayani oleh petugas yang siap menjawab atau membantu kunjungan mereka di Paris menjadi lebih mudah dan menyenangkan.

Selain itu, wisatawan dapat juga meminta berbagai brosur tentang berbagai informasi kepariwisataan Paris, termasuk booklet dan peta kota dalam berbagai bahasa (Perancis, Inggris, Jerman, Spanyol, Italia, Rusia, China, Jepang, Portugis, dan Korea). Tentu saja gratis.

Untuk lebih menarik kunjungan wisatawan di Paris, PCVB menciptakan Paris City Passport, yaitu semacam kupon reduksi harga yang berlaku di banyak atraksi wisata budaya, ekskursi, belanja, restoran, dan berbagai jenis pelayanan lainnya. Kupon seharga 5 Euro ini berlaku di sekitar 57 outlet wisata yang tersebar di Paris.

Infrastruktur dan Fasilitas Pendukung
Sebuah kota wisata tanpa infrastruktur dan fasilitas pendukung tidaklah lengkap. Paris tampaknya sadar betul bahwa kenyamanan menjadi salah satu faktor penting bagi para pengunjungnya.

Oleh karenanya, pemerintah kota menaruh perhatian besar terhadap hal ini. Contohnya, untuk transportasi, terdapat berbagai moda untuk mengeksplor kota ini, mulai dari yang konvensional seperti bus dan taxi, hingga kereta bawah tanah (Metro), Batobus (angkutan umum di atas Sungai Seine), sepeda dan scooter, jalur untuk penyandang cacat, hingga trotoar untuk pejalan kaki sekalipun. Khusus untuk wisatawan pejalan kaki, PCVB telah mengembangkan 12 rute walking tour di 12 kawasan budaya atau historis yang berbeda di pusat Paris.

Batobus

Gambar 3 Batobus (foto: TAP)

Dengan banyaknya pilihan objek wisata di Kota Paris, yang didominasi oleh jenis wisata sejarah dan budaya, serta didukung oleh infrastruktur dan fasilitas penunjang yang nyaman dan cenderung memudahkan, membuat Paris tetap menjadi salah satu yang terdepan dan terpopuler dalam jajaran kota wisata dunia. Sebuah kota wisata budaya dan sejarah yang bisa dijadikan model bagi pengembangan wisata sejenis di kota-kota di Indonesia.


Published at : Updated
Written By
Teguh Amor Patria, A.Par., PGDip, MPPar.
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close