People Innovation Excellence

Permata Tersembunyi Velsen-Zuid

Seekor kucing gemuk berbulu tebal berbaring dengan malasnya di daun jendela sebuah rumah tua berdinding bata merah. Tidak jauh dari jendela itu, sebuah sepeda kumbang hitam tersandar pada dinding yang dirambati tanaman sulur. Pemandangan manis ini hanya satu dari sekian daya tarik tersembunyi Velsen-Zuid – sebuah desa historis di Belanda Utara.

Kalau saja seorang teman tidak mengajak berkunjung ke Velsen-Zuid, saya tidak akan pernah tahu keberadaan sebuah kawasan cagar budaya apik ini.

Velsen-Zuid merupakan bagian dari Gemeente (Kotapraja) Velsen, yang berjarak sekitar 27 kilometer arah barat laut Amsterdam. Masuk dalam Propinsi Noord Holland, kota ini memiliki luas 52,87 km² (12%-nya terdiri dari air kanal) dan berpenduduk 66.798 jiwa. Empat kawasan lainnya (semacam kecamatan) yang membentuk Kota Velsen adalah Driehuis, Santpoort, Velserbroek, dan IJmuiden.

Desa tua Velsen-Zuid memang tidak begitu dikenal – bahkan buku-buku panduan wisata Eropa pun jarang yang menyebutkannya. Namun, justeru karena kekurangpopuleran itulah yang membuat Velsen-Zuid jauh dari wisatawan dan tetap menarik dengan suasananya yang tenang dan rustic.

Velsen-Zuid, Cikal Bakal Velsen
Langit sore itu mendung dan suhu sekitar 3 derajat Celcius. Pertengahan Desember, Belanda memasuki musim dingin – membuat kegiatan di udara terbuka menjadi tantangan tersendiri bagi saya.

Setelah melalui jalanan mulus Velsen (jaringan jalan raya Belanda dikenal sebagai salah satu yang terbaik kualitasnya di dunia), akhirnya kami berbelok memasuki sebuah kawasan yang mirip komplek perumahan dalam skala mini.

Velsen-Zuid adalah cikal bakal dari Kota Velsen keseluruhan. Menurut papan informasi yang terdapat di salah satu sudut kawasan ini, nama aslinya adalah Kennemerland. Baru setelah mengalami kristenisasi oleh seseorang bernama Willibrod serta para pengikutnya pada abad ke-8, seseorang bernama Karel Martel membuatkan akte tentang kawasan ini dan namanya berubah menjadi Felison (kini Velsen).

Hingga akhir abad ke-19 Velsen merupakan kawasan pertanian dan baru berkembang menjadi sebuah kota pada tahun 1900. Yang memacu perkembangan tersebut adalah dibukanya Noordzee Kanaal pada abad 19, yang berfungsi sebagai saluran pembuangan air serta jalur kapal dari kanal-kanal di Amsterdam ke lautan lepas di Laut Utara. Pelebaran kanal itu sendiri melalui 5 tahap, pertama antara tahun 1865 dan 1876, lalu 1906, 1939, 1969, dan terakhir 1970. Konsekuensinya, Velsen terbagi menjadi 2 yaitu Velsen-Noord (dominan sebagai kawasan industri baja dan kertas) dan Velsen-Zuid (pemukiman dan taman).

Akibat pelebaran kanal itu, banyak bangunan asli yang hilang (dengan kata lain, sebagian area kini menjadi kanal), termasuk di antaranya bangunan toko dan publik. Untunglah masih ada 9 situs yang tersisa, termasuk gereja, pastoral, gedung walikota dan perumahan bagi staf pemerintah kota, serta beberapa taman yang sejak tahun 1970 dilindungi oleh pemerintah Belanda sebagai kawasan cagar budaya.

Pesona a la Postcard
Velsen-Zuid di musim gugur menawarkan pemandangan yang menawan. Kombinasi bangunan-bangunan tua antik khas Belanda, pepohonan yang mulai kehilangan daunnya, serta suasana tenang dan lengang menghasilkan gambar a la postcard atau coffee table book.

5Gambar 1 Pemandangan a la gambar postcard (foto: TAP)

Bangunan-bangunan tua berjajar memagari jalan-jalan kecil berpermukaan bebatuan yang hanya bisa dilalui satu mobil. Ada dua tipe – kebanyakan berdinding bata merah dengan jendela-jendela lebar berbingkai kayu bercat putih, dan beberapa berdinding putih. Bahkan sebuah rumah kayu tampak unik dalam sapuan cat hijau.

6Gambar 2 Salah satu tipe rumah khas Belanda terbuat dari kayu dan dicat hijau (foto: TAP)

Jendela-jendela lebarnya mencerminkan sifat gezelligheid orang Belanda, yang salah satu cirinya adalah dibiarkan terbuka tanpa tirai dan berhias pot tanaman atau bunga.

Gereja dan halaman rumputnya menjadi sentra dari Velsen-Zuid. Dibangun pada masa reformasi Belanda di abad 16, kini tetap menjadi pusat kegiatan religi warga lokal.

Tanpa harus membangun yang baru, bangunan-bangunan masih berfungsi sama atau diberi fungsi baru tanpa harus kehilangan tampang aslinya. Bangunan balai kota tetap menjadi pusat administrasi lokal, sedangkan, bangunan di seberangnya yang dulu berfungsi sebagai tempat tinggal staf kini menjadi panti asuhan. Bahkan, ada sebuah pompa air umum kuno yang masih dilestarikan.

Sebagian pepohonan yang telah kehilangan seluruh daunnya membentuk bayangan bak tangan dengan jari-jarinya menunjuk ke langit. Sebagian lagi masih menyisakan dedaunan berwarna khas musim gugur – merah dan kuning. Ah, cantik sekali.

7Gambar 3 Gereja setempat dengan pepohonan musim gugurnya (foto: TAP)

Rasanya ingin menikmati permata tersembunyi ini lebih lama. Namun matahari bumi utara tenggelam lebih cepat di musim gugur, memaksa kami kembali ke tempat tinggal sebelum pukul 5 sore itu. Kenangan Velsen-Zuid akan tetap hadir dalam benak – bahkan setelah kembali ke tanah air tercinta sekalipun.


Published at : Updated
Written By
Teguh Amor Patria, A.Par., PGDip, MPPar.
Research Coordinator
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close