People Innovation Excellence
 

Memories at Ritz Carlton Jakarta Mega Kuningan (Housekeeping Department)-Part 2

Setelah 3  bulan berjalan saya di rotasi kebagian linen runner, saat pertama kali menjabat sebagai linen runner, saya cukup kewalahan dan kebingungan menghadapi permintaan serta proses pengambilan dan pendistribusian linen yang harus saya terapkan. Hari pertama saya masih belum terbiasa untuk mendistribusikan linen pesanan para room attendant yang disebabkan adanya beberapa kendala, yaitu teknik untuk mengatur arus linen yang akan di distribusikan dan prosedur arus linen yang harus di bawa ke landing (sebagai par stock untuk menghemat waktu tempuh). Jujur saja saya kewalahan menghadapi request dari para room attendant untuk masalah linen, telefon genggam (alat komunikasi yang di siapkan dari hotel) saya berbunyi tak henti-henti, dan list yang ada pada catatan saya sudah menumpuk, akibat saya tidak memberikan kuota yang tepat untuk memenuhi kebutuhan room attendant (kadang saya memberikannya kebanyakan, padahal mereka tidak terlalu membutuhkan). Cacian dan makian saya dapatkan karena saya tidak dapat memenuhi pesanan mereka, pada saat itu saya merasakan yang namanya “work under pressure” karena tepat pada saat pertama saya menjadi linen runner, occupancy hotel cukup tinggi sehingga arus Check Out kamar cukup tinggi.

Saya akhirnya meminta saran dari salah satu senior saya mengenai teknik serta strategi yang dapat saya implementasikan untuk mengatasi masalah yang saya hadapi, akhirnya ia memberikan saran bahwa ada baiknya saya memahami dulu, proses penyucian dan pressing linen yang ada di hotel ini, dan juga mengetahui jumlah stock linen yang kita miliki, dengan demikian maka akan lebih mudah untuk mengatur arus pola keluar linen yang akan di antar untuk memenuhi orderan para room attendant, juga ia memberikan catatan bahwa, saya harus bisa melihat juga, pesanan mana yang lebih darurat. Akhirnya saya mencoba melakukan apa yang disarankan olehnya, alhasil kerjaan saya tidak seburuk yang pernah saya alami. Saya pun mencoba untuk bergerak lebih cepat serta efesien dalam proses pendistribusian linen tersebut, dengan cara

  1. Menggunakan jalur tangga darurat untuk menempuh 1 – 5 lantai, karena terkadang menunggu lift yang membuat banyak waktu habis.
  2. Meminimalisir penggunaan trolley, karena dengan membawa trolley untuk menempuh 1 lantai saja, kita dapat menghabiskan waktu selama 5 – 6 menit untuk menunggu lift, jadi saya kadang memikul linen di pundak saya walaupun berat, saya tetap usahakan untuk di pikul untuk mengurangi waktu tempuh.
  3. Pemberian kuota sesuai dengan linen yang tersedia juga membantu saya dalam memenuhi kebutuhan tiap room attendant, karena kadang akibat tidak ada nya pemberian kuota, ada beberapa room attendant yang tidak mendapatkan linen. Pernah kejadian seperti ini, waktu itu pada siang menjelang sore, saya membawa Duvet cover yang di tunggu oleh para room attendant dari pagi hari (akibat rusaknya salah satu mesih laundry), setelah istirahat saya di telpon oleh staff laundry mengabarkan bahwa Duve nya telah siap, langsung saja saya membawa linen tersebut menggunakan trolley, menuju landing, dan mendistribusikan nya, setelah tiba di landing, saya meninggalkan trolley tersebut dan membawa Duvet cover sebanyak yang saya bisa untuk distribusikan. Setelah kembalinya dari pendistribusian, trolley yang saya tinggal di landing menghilang, langsung saja saya panik kelabakan, lantai demi lantai saya telusuri landing nya, untuk mencari trolley saya. Akhirnya saya menemukan trolley yang saya bawa, namun duve cover nya telah lenyap semua. Perasaan kesal, sedih dan panik bercampur menjadi satu. Akibatnya banyak room attendant yang tidak mendapatkan duve tersebut, saya semakin depresi karena tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka sesuai yang telah saya janjikan, akhirnya dengan perasaan terpuruk saya pergi menuju lantai teratas untuk mengantarkan duve cover terakhir yang saya temukan di pantry. Dari sana saya belajar, bahwa hanya karena satu kelalaian dari 1 orang, dapat menghambat arus kerja yang terdapat pada 1 departement, hal ini tentunya menjadi pukulan berat buat saya namun dibalik itu semua kejadian ini membuat diri saya menjadi lebih paham dengan pentingnya tanggung jawab serta ketelitian.

Pada bulan ke – 4 saya diposisikan kembali sebagai Room Attendant, dikarenakan pada bulan tersebut banyak tamu corporate menginap. Pada bulan ini saya berhasil membuat WoW story (merupakan suatu perbuatan  berkesan yang kita berikan kepada tamu). WoW Story yang saya buat ketika suatu sore  hari saya dan senior saya sedang mengerjakan kamar salah satu pasangan muda yang sedang merayakan anniversary hubungan mereka yang pertama. Saat sedang mengerjakan kamar tersebut tamunya meminta kami untuk mengganti semua linen dan towel mereka, serta memberikan amenities ekstra, hal itu langsung saja saya penuhi, tapi saat di kamar sedang melakukan proses dusting , tamu tersebut meminta saya untuk mencarikan vase bunga untuk meletakkan hadiah bunga yang diberikan oleh pacar nya. Karena ia tergesa-gesa untuk pergi menghadiri dinner bersama pasangan nya, ia langsung saja meninggalkan kamar dan meminta kami untuk tidak lupa mengeset Ac nya 18ºC. Langsung saja saya pergi mencari vase bunga yang cocok untuk bunga tersebut, saya telusuri tiap landing untuk menemukan vase. Setelah beberapa lama mencari akhirnya saya menemukan vase yang cocok untuk bunga tersebut, langsung saja saya bersihkan dan bawa ke kamar tamu tersebut. Setelahnya saya menulis pesan untuk tamu tersebut ;

“Dear Mrs. Karry

I provided you with the vase that you requested for your lovely flower, hope you had a nice stay and memorable memories with us. “

Pesan dari kami dan vase bunga diletakkan di atas TV cabinet. Keesokan harinya, saya mendapatkan kamar pasangan muda tersebut lagi, saat kami sedang make up room tamu tersebut, ia memanggil saya dan memberikan uang tip serta 2 tiket nonton premier di XXI lotte (untuk kategori film apa saja) langsung saja saya terkejut, ia berkata terima kasih atas vase yang kamu berikan serta note yang kamu tulis itu sangat menyenangkan. Walaupun kita hanya memberikan hal yang sepele untuk memenuhi permintaan tamu tersebut, ia sangat senang dengan apa yang telah saya lakukan kepada nya, dan membuat pengalaman menginap di hotel sangat berkesan.

Tidak terasa sudah 5 bulan saya magang di Ritz-Carlton Mega Kuningan, sekarang saya di tempatkan sebagai Storeman jabatan ini hanya khusus untuk anak-anak dari perkuliahan. Disini saya mulai kenal dengan senior terbaik saya yaitu Mas Bram Krameswara ia banyak mengajarkan saya hal-hal baru serta membuka pola pikir saya. Storeman merupakan bagian dari housekeeping yang menangani masalah stock amenities, equipment, serta chemical yang tersedia pada department Housekeeping. Tugas yang saya hadapi pertama kali adalah memahami tanggung jawab yang dimiliki oleh Storeman, seperti salah satunya, mengisi kembali amenities pada pantry 15 (merupakan pantry untuk hostman), mengatur arus flow keluar masuk item dari store, serta melakukan pemesanan barang melalui Material Control serta proses pengorderan barang melalui vendor. Pada kesempatan menjadi Storeman, saya mendapatkan banyak ilmu dari senior saya seperti cara menginventori barang-barang di store, cara memonitor arus keluar masuk barang, serta proses pengambilan keputusan. Setiap hari saya di arahkan oleh senior saya untuk membantunya dalam menyelesaikan pekerjaan sehari-hari, namun pada suatu hari saya di tes oleh senior saya untuk mengimplementasi apa yang telah ia ajarkan selama ini, karena ia sedang libur hari itu, walaupun sedikit panik dan bingung saya nekat saja melakukan rutinitas sebagai Storeman yaitu refill amenities di setiap pantry, menyiapkan box-box untuk amenities, mengantarkan amenities untuk tiap room attendant, checking pantry, etc. Dari sana senior saya yakin bahwa saya sudah bisa untuk mengerjakan daily routine sendiri tanpa harus ada pembimbing, akhirnya saya di lepas sendiri untuk mengerjakan perkerjaan tersebut.

Stocking Up AMenities

Pada kesempatan terakhir saya ditempatkan sebagai Supervisor, pada kesempatan hari ini saya ditugaskan untuk merelease kamar bersama dengan salah satu supervisor sebut saja namanya Ferdinan. Saya belajar untuk merelease kamar dengan criteria free of defect serta complete. Pak Ferdinan mengajarkan saya untuk mengecek kamar sebelum merelease nya, katanya harus di cek clock wise (searah jarum jam) untuk mencegah terjadinya miss, selalu check drawer, serta mengecek tiap kolong. Setiap supervisor dijatahkan mendapat 50 – 100 kamar untuk di release tergantung dari jumlah supervisor yang hadir serta jumlah occupancy. Tantangan terbesar saya muncul saat saya di berikan 10 kamar untuk di release sendiri, saya harus meminjam kunci master untuk membuka pintu, lalu melengkapi setiap barang yang kurang pada kamar tersebut, serta mengecek kamarnya apakah free of defect. Saat saya sedang menangani 5 kamar terakhir saya dihadapi dengan masalah, yaitu karena keterbatasan barang, jadi saya tidak dapat melengkapi 5 kamar tersebut, saya keliling-keliling untuk mencari barang yang kurang, naik turun lantai, sampai akhirnya supervisor saya datang dan menanyakan apakah pekerjaan saya sudah selesai apa belum, langsung saja saya menjelaskan kendala yang saya hadapi dan alhasil ia mengajarkan saya untuk mencoba mengorbankan beberapa dari 5 kamar tersebut untuk merelease kamar, dengan mengambil barang-barang yang ada di kamar tersebut cobalah untuk melengkapi kamar yang bisa di lengkapi, hasilnya tersisa 2 kamar yang belum dapat di release. Dari sana saya belajar untuk berpikir lebih, karena apabila kita tidak merubah pola pikir kita untuk menyelesaikan suatu masalah, maka kita tidak akan menemukan solusi. Tidak terasa 6 bulan telah berjalan, akhirnya acara Trainee Graduation pun di laksanakan dengan acara setiap department akan menampilkan sesuatu, dan untuk department housekeeping saya yang membuat acaranya, yaitu kami menyanyikan lagu Flash Light ber 5 dengan perpaduan suara 1,2 dan 3. Kemudian acara dari semua department yaitu flash mob.

Trainee Graduation

Banyak hal yang terjadi selama saya magang di hotel ini dan mendapat pengalaman serta memori yang sangat menyenangkan, dari saya mengisi acara Let Us Grow With You di Ritz Carlton Pacific Place, Housekeeping Appreciation Week, The Five Stars Annual serta Christmas Choirs dengan bernyanyi. Memori yang tidak terlupakan adalah saya mendapatkan gelar Best Trainee untuk Housekeeping Department di Ritz Carlton Jakarta Mega Kuningan untuk periode Juli 2015 – Juli 2016.

20160125_185643

20160125_180139


Published at : Updated
Written By
Maria Pia
IWPP Officer | Binus University

Periksa Browser Anda

Check Your Browser

Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

We're Moving Forward.

This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

  1. Google Chrome
  2. Mozilla Firefox
  3. Opera
  4. Internet Explorer 9
Close